Namaku Nurlaili Khasanatus Salis
Aku adalah salah satu mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya.
Aku mengambil jurusan Teknik Sipil dengan Prodi S1-Teknik Sipil angkatan 2012
Aku masuk pada kelas A.
Kelas dimana aku menjali sebuah keberuntungan yang aku dapatkan.
Kenapa aku sebut bisa masuk di Unesa adalah sebuah keberuntungan
karena pada awalnya aku gag nyangka banget bisa masuk perguruan tinggi negeri yang selama ini menjadi idamanku. Aku merasa ini adalah mimpi terbesarku yang sudah aku raih
tapi dari semua perjalanan ini aku sadar, masih banyak mimipi mimpi di luar sana.
Aku diterima di Unesa melalui jalur Undangan. Awalnya aku gag nyangka kalao undangan ku bakalan diterima.
Sejak pendaftaran pun aku ragu untuk mengakses link pendaftaran. Melihat pengumuman itu apalagi. Hingga aku buka halaman itu berkali kali. Aku tak pernah percaya pngumuman itu, karna apa? karna temenku SMA yang kepintaraanya melebihi aku gag lolos SNMPTN Undangan. Sedangkan aku? aku anak yang bisa dibilang pemalas, gag penah belajar, sukanya main terus dan dengan prestasi pas pasan. "masak bisa lolos??". akhirnya aku harus tetap percaya memang iya aku di terima. Asal kau tau, aku serasa mendapat kan bulan terindah. Aku benar2 ga percaya. Hingga air mataku menyadarkanku.
Setelah ku baca pengumumanku, aku bergegas untuk menyelesaikan Siaran Radioku (memang sebenarnya aku nyambi jadi penyiar radio selama menunggu pengumuman SNMPTN undangan)
Aku pacu motorku dengan kecepatan 60km/jam.
Sampai rumah aku lari masuk rumah. Aku peluk bunda ku tersayang, dan aku bilang ibu aq keterima di Unesa. Ayahku bertanya, "jurusan apa?' dengan nada sedikit kalem dan takut, aku jawab pertanyaan ayahku. "Teknik sipil yah". Ayahku menjawab, halah Teknik Sipil yo mesti ae ketrimo. Dengan nada sedikit merendahkannku. Aku sedikit kecewa, tapi aku sudah bertekad apapun yang terjadi akan aku ambil jurusan itu. Meski ayahku pada awalnya kurang setuju karna memang dari dulu ayah menginginkan aku untuk menjadi pengajar, tapi itu bukan aku banget. Aku ngerasa gag cocok jadi pengajar. Tapi sekali lagi dengan tekadku aku yakinkan kedua orang tuaku dan selalu semangat ngejalanin kuliahkku. Tentunya disertai dengan do'a dari bundaku yang selalu mendukungku. Buktinya sampai sekarang pun aku masih bertahan. Meskipun prestasiku gag menonjol amat sih, yang pasti aku akan tetep jalani. Biar aku bisa buktikan kalo aku bisa ngebanggain kedua orang tuaku nanti.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar